Kirab Budaya Pangeran Pulasaren Meriah, Dorong Pelestarian Tradisi dan Wisata Berbasis Budaya di Pekalipan
Cirebon – Semangat pelestarian budaya kembali terlihat dalam gelaran Kirab Budaya Pangeran Pulasaren yang berlangsung semarak di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Kegiatan tahunan tersebut menjadi ajang ekspresi seni dan budaya masyarakat sekaligus sarana memperkuat identitas daerah serta mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
Ribuan warga turut memadati sepanjang rute kirab yang melintasi sejumlah ruas jalan di Kelurahan Pulasaren. Beragam pertunjukan seni tradisional, kreasi budaya, hingga penampilan kelompok masyarakat tampil memeriahkan acara yang telah menjadi agenda rutin warga setempat.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti Kirab Pangeran Pulasaren memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan tradisi daerah. Pemerintah Kota Cirebon, kata dia, berkomitmen menyediakan lebih banyak ruang kreatif bagi anak-anak dan generasi muda untuk menampilkan karya serta mengembangkan potensi mereka.
“Insyaallah Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan terus memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk berinteraksi, berkarya, dan menampilkan kemampuan mereka. Saat ini setiap malam Minggu sudah ada kegiatan seni tari dan budaya di Alun-Alun Kejaksan. Ke depan, kami ingin menghadirkan ruang-ruang serupa di titik-titik lain agar anak-anak kita tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tampil dan berkarya,” ujar Effendi Edo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Pekalipan yang terus menjaga keberlangsungan kirab budaya tersebut hingga menjadi salah satu agenda penting di wilayahnya.
“Selamat untuk warga Kecamatan Pekalipan. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ajang dan momentum yang baik bagi generasi kita selanjutnya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya daerah,” katanya.
Di sisi lain, Camat Pekalipan, Yoga Pramono, menilai Kirab Budaya Pangeran Pulasaren merupakan wujud nyata kolaborasi masyarakat yang berhasil menghadirkan sebuah perayaan budaya yang tidak hanya bernilai pelestarian, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata dan ekonomi kreatif.
“Kirab Budaya Pangeran Pulasaren merupakan rangkaian kegiatan yang sangat istimewa bagi Kecamatan Pekalipan. Ini adalah karya yang lahir dari masyarakat dan menunjukkan bahwa Pekalipan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan yang ramah wisata,” ungkap Yoga.
Ia menjelaskan, proses persiapan kegiatan tersebut turut membuka potensi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat, mulai dari kelompok seni tradisional hingga pelaku usaha kreatif yang tersebar di berbagai lingkungan.
Menurut Yoga, keberadaan komunitas seni dan budaya di tingkat RW menjadi aset penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus melahirkan generasi penerus yang akan terus menghidupkan dunia kesenian daerah.
“Kami melihat banyak kelompok kesenian dan kebudayaan yang selama ini berkembang di tingkat RW. Mereka tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mencetak generasi pelaku seni di masa depan. Karena itu, kami ingin menjadikan Kecamatan Pekalipan, khususnya Kelurahan Pulasaren, sebagai sentral kesenian, pariwisata, dan produk-produk kreatif,” jelasnya.
Tingginya antusiasme warga juga terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kirab, bahkan melebihi perkiraan panitia. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap upaya pengembangan budaya sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Kami berharap sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak peningkatan potensi dan perekonomian masyarakat di wilayah Pekalipan,” tutur Yoga. []

